Yang
dimaksud sifat wajib Allah swt. Ialah sifat-sifat yang pasti dimiliki oleh
Allah swt. Yang sesuai dengan keagunganNya sebagai pencipta alam seisinya.
Dalam ilmu aqa’id disebutkan bahwa sifat wajib Allah swt. ada tiga belas, antara
lain sebagai berikut:
1. Allah
bersifat ada (Wujud)
Adanya Allah swt. Dapat dibuktikan dengan adanya ala
mini. Semua barang yang ada di lingkungan kita pasti ada yang membuat. Adanya
meja karena dibuat oleh tukang kayu. Adanya baju atau pakaian karena dibuat
oleh penjahit. Alam ini pasti ada yang membuat dan tidak mungkin ada dengan
sendirinya. Allah swt berfirman sebagai berikut.
اَللّهُ لَا اِلهَ اِلّا هُوَاْلحَيُّ
اْلقَيُّوْمُ. (العمران:2)
Artinya:
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup. Yang terus-menerus mengurus
(makhlukNya). (Q.S. Ali Imran (3): 2)
2. Allah
swt. Bersifat terdahulu (Qidam)
Akal sehat mengatakan bahwa tukang kayu lebih dahulu
ada daripada meja yang dibuatnya. Allah swt. Adalah pencipta alam semesta. Dia
lebih dahulu ada sebelum ala mini ada. Allah swt. Berfirman sebagai berikut.
هُوَاْلاَوّ
لُ وَاْلا خِرُوَالظّاهِرُوَاْلبَاطِنُ وَهُوَبِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ. (الحديد:3)
Artinya: Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir
dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. al-Hadid (57): 3)
3. Allah
swt. Bersifat kekal (Baqa’)
Semua makhluk ciptaan Allah swt. Akan rusak,
sedangkan Dia sebagai pencipta tidak akan rusak. Allah swt. Akan kekal
selamanya dan Dia tidak akan pernah mati, sebagaimana firman Allah swt berikut.
كُلُّ
مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ. وّيَبْقى وَجْهُ رَبِّكَ ذُواْلجَللِ وَاْلاِكْرَامِ. (الرحمن:26-27)
Artinya: Semua yang ada di bumi itu akan binasa,
tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal. (Q.S.
ar-Rahman (55): 26-27).
4. Allah
swt. Bersifat berbeda dengan ciptaanNya (Mukhalafatu lil Hawadisi)
Allah swt. Memiliki sifat yang sempurna dan
istimewa. Sifat Allah swt. Berbeda dengan sifat makhlukNya. Jika ada kesamaan,
hanya sama namaNya, sedangkan kesempurnaanNya tidak sama. Allah swt. tidak akan
pernah memiliki kelemahan-kelemahan seperti makhlukNya. Allah swt berfirman
sebagai berikut.
...لَيْسَ كَمِثْلِه شَيْءٌوَهُوَالسّمِيْحُ اْلبَصِيْرُ.
(الشورى:11)
Artinya:
…Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha
Melihat. (Q.S. asy-Syura (42): 11).
5. Allah
swt. Bersifat berdiri dengan sendirinya (Qiyamuhu Binafsihi)
Allah swt. Sebagai pencipta alam adalah Maha Kuasa.
Dia tidak memerlukan bantuan dari kekuatan lain karena mempunyai kekuatan yang
ada pada diriNya. Allah swt. Berfirman sebagai berikut.
اَللهُ
لَااِلهَ اِلَّاهُوَالْحَيُّ الْقَيُّوْمُ. (العمران:2)
Artinya:
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus
(makhlukNya). (Q.S. Ali Imran (3): 2).
Allah swt. Juga berfirman sebagai berikut.
قُلْ
اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعلَمِيْنَ.
(الأنعام:162)
Artinya: Katakanlah (Muhammad),
“Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah,
Tuhan seluruh alam.” (Q.S. al-An’am (6): 162).
6. Allah
swt. Bersifat Maha Esa (Wahdaniyah)
Manusia dituntut untuk meyakini bahwa wujud Allah
Maha Esa, artinya Dia tidak terbilang dua, tiga, dan seterusnya. Allah swt.
Berfirman sebagai berikut.
قُلْ هُوَاللهُ اَحَدٌ (1) اَللهُ
الصّمَدُ(2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لّهُ كُفُوًا اَحَدٌ
(4). (الاحلاص:1-4)
Artinya:
Katakanlah (Muhammad), “ Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta
segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak
ada sesuatu yang setara dengan Dia.” (Q.S. al-Ikhlas (112): 1-4).
Pada ayat yang lain Allah swt. Berfirman.
لَوْكَانَ فِيْهِمَا الِهَةٌ اِلّا
اللهُ لَفَسَدَتَا فَسُبْحنَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمّا يَصِفُوْنَ.
(الأنبياء:22)
Artinya:
Seandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada tuhan-tuhan selain Allah,
tentu keduanya telah binasa. Maha Suci Allah yang memiliki ‘Arsy, dari apa yang
mereka sifatkan. (Q.S. al-Anbiya (21): 22).
7. Allah
swt. Bersifat Maha Kuasa (Qudrah)
Manusia dapat berkuasa, tetapi kekuasaannya sangat
terbatas. Manusia tidak akan dapat mempertahankan dirinya untuk tetap hidup.
Kuasa Allah swt. di atas segalanya. Dia kuasa menciptakan alam, mampu
memelihara, dan sanggup menghancurkannya tanpa bantuan kekuasaan lain. Allah
swt. berfirman sebagai berikut.
...اِنّ اللهَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. (البقرة:20)
Artinya: …Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala
sesuatu. (Q.S. al-Baqarah (2): 20).
Pada ayat yang lain Allah swt. berfirman sebagai
berikut.
وَهُوَالْقَاهِرُفَوْقَ
عِبَادِه وَهُوَالْحَكِيْمُ الْخَبِيْرُ. (الأنعام:18)
Artinya: Dan Dialah yang berkuasa atas
hamba-hambaNya. Dan Dia Maha Bijaksana, Maha Mengetahui. (Q.S. al-An’am (6):
18).
8. Allah
swt. bersifat berkehendak (Iradah)
Manusia mempunyai kehendak, tetapi banyak yang tidak
terlaksana. Kehendak Allah swt. pasti terlaksana karena Dia Maha Kuasa. Jika
Allah swt. berkehendak, tidak satu pun yang dapat menolak. Allah swt. mempunyai
kemauan dan kehendak sendiri dalam menciptakan alam semesta. Dia tidak pernah
diperintah dan diatur pihak lain. Hal itu dinyatakan dalam firman Allah swt.
berikut.
اِنّمَااَمْرُهُ
اِذَااَرَادَشَيْءًااَنْ يّقُوْلَ لَهُ كُنْ فَيَكُوْنُ. (يس:82)
Artinya:
Sesungguhnya urusanNya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata
kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu. (Q.S. Yasin (36): 82).
9. Allah
bersifat Maha Mengetahui (‘Alim)
Akal sehat pasti mengakui bahwa orang yang membuat
sesuatu pasti mengetahui sesuatu yang akan dibuat. Allah swt. adalah pencipta
ala mini dan Dia mengetahui semua ciptaanNya. Allah swt berfirman sebagai
berikut.
...وَاللهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ. (الحجرات:16)
Artinya: …dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
(Q.S. al-Hujurat (49): 16).
Pada ayat yang lain Allah swt. berfirman sebagai
berikut.
...اِنّ اللهَ عَلِيْمٌ بِذَاتِ الصُّدُوُرِ. (العمران:119)
Artinya: …Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi
hati. (Q.S. Ali Imran (3): 119).
10. Allah
swt. bersifat Hidup (Hayat)
Seluruh kehidupan makhluk tunduk kepada Allah swt.
Dia yang mengatur semua kehidupan makhluk hidup. Allah swt. tidak akan mati dan
Dia kekal selamanya. Allah swt. berfirman sebagai berikut.
اَللهُ
لَااِلهَ اِلّاهُوَالْحَيُّ الْقَيُّوْمُ. (العمران:2)
Artinya:
Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus
(makhlukNya). (Q.S. Ali Imran (3): 2).
11. Allah
swt. bersifat Maha Mendengar (Sama’)
Tidak ada suatu yang tidak didengar oleh Allah swt.
Walaupun jumlah suara manusia ratusan juta, semua akan didengar oleh Allah swt..
Allah swt. berfirman sebagai berikut.
...اِنّ اللهَ سَمِيْحٌ عَلِيْمٌ. (الحجرات:1)
Artinya:
…Sungguh, Allah
Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Q.S. al-Hujurat (49): 1).
12. Allah
swt. bersifat Maha Melihat (Basar)
Allah swt. yang mengatur, menjalankan, dan mengawasi
benda-benda, seperti matahari, bulan, bintang, dan planet-planet lainnya. Semua
itu bagi Allah swt. tidak ada yang lepas dari penglihatanNya. Allah swt.
berfirman sebagai berikut.
...وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ. (البقرة:265)
Artinya: …Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
(Q.S. al-Baqarah (2): 265).
13. Allah
swt. bersifat berfirman (Kalam)
Kalam berarti Allah swt. berbicara melalui firmanNya
yang berupa wahyu. Allah swt. berfirman sebagai berikut.
...وَكَلّمَ اللهُ مُوْسى تَكْلِيْمًا. (انساء:164)
Artinya:
…Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung. (Q.S. an-Nisa (4): 164).
Ada
sebagian ulama yang menambahkan dengan tujuh sifat wajib Allah swt. sehingga
menjadi dua puluh. Tujuh sifat wajib yang dimaksud adalah sebagai berikut:
14. Qadiran : Berarti Allah swt. Maha Kuasa
15. Muridan : Berarti Allah swt. Maha Berkehendak
16. ‘Aliman : Berarti Allah swt. Maha Mengetahui
17. Hayyan : Berarti Allah swt. Maha Hidup
18. Sami’an : Berarti Allah swt. Maha Mendengar
19. Basiran : Berarti Allah swt. Maha Melihat
20. Mutakalliman : Berarti Allah swt. Maha Berbicara
Sumber: Ibrahim, T dan H. Darsono.
2009. Membangun Aqidah Akhlak kelas VII MTs. Solo: Tiga Serangkai
Pustaka Mandiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar