- Berapa Ukuran Bumi? Bumi memiliki diameter 7.926 mil (12. 756 Km)
- Berapa jarak bumi dengan matahari? Bumi adalah planet ketiga dari matahari, jaraknya dari matahari 93 juta mil (150 juta Km) jauhnya.
- Berapa lama waktu yang dibutuhkan bumi untuk mengelilingi matahari? Bumi berputar mengelilingi matahari dalam 365 dan 1/4 hari. setiap 4 tahun, ditambahkan satu hari pada bulan Februari sehingga menciptakan tahun kabisat.
- Berapa lama waktu yang dibutuhkan bumi untuk berotasi? dibutuhkan 23 jam, 56 menit (1 hari) bagi bumi untuk berputar pada porosnya.
- Bagaimana permukaan bumi? di angkasa bumi terlihat seperti dunia air berwarna biru. Sekitar 70 % dari permukaan bumi memang ditutupi dengan air, dan 97 % dari semua air yang ada adalah air tawar, itulah air yang kita minum. Bumi ditutupi dengan pegunungan, gunung berapi, danau, sungai, dan lautan.
- Bagaimana atmosfer bumi? atmosfer bumi merupakan campuran dari gas yang menjadi semakin tipis saat kita menjauh dari planet dan menuju ruang angkasa. Sebagian besar atmosfer adalah Nitrogen (78 %), Oksigen (21 %), Argon, dan gas lainnya (1 %). Sebagian dari Oksigen di atmosfer bumi telah berubah dari waktu ke waktu dan membentuk ozon. Lapisan ozon berfungsi menyaring sinar berbahaya ultraviolet matahari. hal ini akan melindungi makhluk hidup yang tinggal di bumi.
Senin, 29 September 2014
Bumi
Kamis, 25 September 2014
Materi Pembelajaran
Pengertian
Bahan Ajar (Materi Pembelajaran)
Bahan ajar atau materi pembelajaran (instructional
materials) secara garis besar terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap
yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah
ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari
pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan, dan sikap atau
nilai.
Termasuk jenis materi fakta adalah
nama-nama objek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, dsb. (Ibu
kota Negara RI adalah Jakarta; Negara RI merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945).
Termasuk materi konsep adalah pengertian, definisi, cirri khusus, komponen atau
bagian suatu objek (Contoh kursi adalah tempat duduk berkaki empat, ada sandaran
dan lengan-lengannya).
Termasuk materi prinsip adalah
dalil, rumus, adagium, postulat, teorema, atau hubungan antar konsep yang
menggambarkan “jika…maka…”, misalnya “Jika logam dipanasi maka akan memuai”,
rumus menghitung luas bujur sangkar adalah sisi kali sisi.
Materi jenis prosedur adalah materi
yang berkenaan dengan langkah-langkah secara sistematis atau berurutan dalam
mengerjakan suatu tugas. Misalnya langkah-langkah mengoperasikan peralatan
mikroskop, cara menyalakan televise. Materi jenis sikap (afektif) adalah materi
yang berkenaan dengan sikap atau nilai, misalnya nilai kejujuran, kasih saying,
tolong-menolong, semangat minat belajar, semangat bekerja dsb.
Prinsip-prinsip
Pemilihan Bahan Ajar
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam
penyusunan bahan ajar atau materi pembelajaran. Prinsip-prinsip dalam pemilihan
materi pembelajaran meliputi relevansi, konsistensi, dan kecukupan.
Prinsip relevansi artinya
keterkaitan. Materi pembelajaran hendaknya relevan atau ada kaitan atau ada hubungannya
dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebagai missal, jika
kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa berupa menghafal fakta, maka materi
pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta atau bahan hafalan.
Prinsip konsistensi artinya
keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa empat macam, maka
bahan ajar yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam. Misalnya
kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa adalah pengoperasian bilangan yang
meliputi penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, maka materi yang
diajarkan juga harus meliputi teknik penjumlahan, pengurangan, perkalian dan
pembagian.
Prinsip kecukupan artinya materi
yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi
dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh
terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai standar
kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya jika terlalu banyak akan
membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.
Langkah-langkah
Pemilihan Bahan Ajar
Sebelum melaksanakan pemilihan bahan
ajar, terlebih dahulu perlu diketahui kriteria pemilihan bahan ajar. Kriteria
pokok pemilihan bahan ajar atau materi pembelajaran adalah standar kompetensi
dan kompetensi dasar. Hal ini berarti bahwa materi pembelajaran yang dipilih
untuk diajarkan oleh guru di satu pihak dan harus dipelajari siswa di lain
pihak hendaknya berisikan materi atau bahan ajar yang benar-benar menunjang
tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Dengan kata lain,
pemilihan bahan ajar haruslah mengacu atau merujuk pada standar kompetensi.
Setelah diketahui kriteria pemilihan
bahan ajar, sampailah kita pada langkah-langkah pemilihan bahan ajar. Secara
garis besar langkah-langkah pemilihan bahan ajar meliputi pertama-tama
mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan
kompetensi dasar yang menjadi acuan atau rujukan pemilihan bahan ajar. Langkah
berikutnya adalah mengidentifikasi jenis-jenis materi bahan ajar. Langkah
ketiga memilih bahan ajar yang sesuai atau relevan dengan standar kompetensi
dan kompetensi dasar yang telah teridentifikasi tadi. Terakhir adalah memilih
sumber bahan ajar.
Sumber: Darmadi, Hamid. 2010. Kemampuan Dasar Mengajar (Landasan dan Konsep Implementasi). Bandung: Alfabeta
Minggu, 21 September 2014
Bagaimana mengekspresikan Rasa Takjub Kita
Rasa takjub adalah perasaan yang muncul ketika berhadapan dengan sesuatu yang secara ekstrem mengejutkan kita atau terasa asing bagi kita. perasaan ini biasanya berlebihan jika kita berhadapan dengan suatu keajaiban. (Soumy Ana)
Ana, Soumy. 2010. Subhanallah Wonderful Islam. Jakarta: Cicero Publishing.
Ana, Soumy. 2010. Subhanallah Wonderful Islam. Jakarta: Cicero Publishing.
Selasa, 02 September 2014
IMAN, ISLAM, DAN IHSAN
Iman, Islam dan Ihsan merupakan tiga unsur yang secara praktis mempunyai keterkaitan satu sama lain. Ketiganya mempunyai fungsi korelatif yang mengerucut pada pola pikir dan perilaku terpuji baik di hadapan Allah SWT maupun di hadapan sesama manusia.
Seseorang yang beriman dengan tingkat keimanan yang tinggi, secara otomatis akan menjadi muslim yang baik. Sebab, pijakan seorang muslim dalam melakukan sesuatu (syariah) adalah iman (aqidah). Muslim yang baik, tentu langkah-langkahnya memancarkan kebaikan (ihsan) pula, karena qolbunya senantiasa terkendali dalam bingkai iman sebelum keluar dalam bentuk perilaku.
Dalam penerapannya, ketiga hal tersebut selalu bersamaan. Sebagai contoh dalam pelaksanaan salat, keyakinan bahwa Allah SWT satu-satunya Tuhan yang wajib disembah, ia bagian dari Iman, melaksanakan salat sesuai dengan syarat rukun, itu dimensi Islam, sedangkan khusyu' serta menghayati segala bacaan dan gerakan di dalamnya adalah aspek Ihsan.
Perpaduan dari ketiga unsur tersebut biasa disebut dengan istilah Islam Kaffah. Sebuah jargon yang menggambarkan totalitas seorang muslim dalam melaksanakan syariah dengan sempurna.
Sumber : Abdusshomad, Muhyiddin. 2008. Penuntun Qolbu: Kiat Meraih Kecerdasan Spiritual. Surabaya: Khalista.
Seseorang yang beriman dengan tingkat keimanan yang tinggi, secara otomatis akan menjadi muslim yang baik. Sebab, pijakan seorang muslim dalam melakukan sesuatu (syariah) adalah iman (aqidah). Muslim yang baik, tentu langkah-langkahnya memancarkan kebaikan (ihsan) pula, karena qolbunya senantiasa terkendali dalam bingkai iman sebelum keluar dalam bentuk perilaku.
Dalam penerapannya, ketiga hal tersebut selalu bersamaan. Sebagai contoh dalam pelaksanaan salat, keyakinan bahwa Allah SWT satu-satunya Tuhan yang wajib disembah, ia bagian dari Iman, melaksanakan salat sesuai dengan syarat rukun, itu dimensi Islam, sedangkan khusyu' serta menghayati segala bacaan dan gerakan di dalamnya adalah aspek Ihsan.
Perpaduan dari ketiga unsur tersebut biasa disebut dengan istilah Islam Kaffah. Sebuah jargon yang menggambarkan totalitas seorang muslim dalam melaksanakan syariah dengan sempurna.
Sumber : Abdusshomad, Muhyiddin. 2008. Penuntun Qolbu: Kiat Meraih Kecerdasan Spiritual. Surabaya: Khalista.
Langganan:
Komentar (Atom)