Senin, 29 September 2014

Bumi

  1. Berapa Ukuran Bumi? Bumi memiliki diameter 7.926 mil (12. 756 Km)
  2. Berapa jarak bumi dengan matahari? Bumi adalah planet ketiga dari matahari, jaraknya dari matahari 93 juta mil (150 juta Km) jauhnya.
  3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan bumi untuk mengelilingi matahari? Bumi berputar mengelilingi matahari dalam 365 dan 1/4 hari. setiap 4 tahun, ditambahkan satu hari pada bulan Februari sehingga menciptakan tahun kabisat.
  4. Berapa lama waktu yang dibutuhkan bumi untuk berotasi? dibutuhkan 23 jam, 56 menit (1 hari) bagi bumi untuk berputar pada porosnya.
  5. Bagaimana permukaan bumi? di angkasa bumi terlihat seperti dunia air berwarna biru. Sekitar 70 % dari permukaan bumi memang ditutupi dengan air, dan 97 % dari semua air yang ada adalah air tawar, itulah air yang kita minum. Bumi ditutupi dengan pegunungan, gunung berapi, danau, sungai, dan lautan.
  6. Bagaimana atmosfer bumi? atmosfer bumi merupakan campuran dari gas yang menjadi semakin tipis saat kita menjauh dari planet dan menuju ruang angkasa. Sebagian besar atmosfer adalah Nitrogen (78 %), Oksigen (21 %), Argon, dan gas lainnya (1 %). Sebagian dari  Oksigen  di atmosfer bumi telah berubah dari waktu ke waktu dan membentuk ozon. Lapisan ozon berfungsi menyaring sinar berbahaya ultraviolet matahari. hal ini akan melindungi makhluk hidup yang tinggal di bumi.
Sumber: Ayu, Erlina, (2012), Pengetahuan Luar Angkasa, Cuaca, dan Fenomena Alam, Yogyakarta: Istana Media.

Kamis, 25 September 2014

Materi Pembelajaran



Pengertian Bahan Ajar (Materi Pembelajaran)
Bahan ajar atau materi pembelajaran (instructional materials) secara garis besar terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan, dan sikap atau nilai.
            Termasuk jenis materi fakta adalah nama-nama objek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, dsb. (Ibu kota Negara RI adalah Jakarta; Negara RI merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945). Termasuk materi konsep adalah pengertian, definisi, cirri khusus, komponen atau bagian suatu objek (Contoh kursi adalah tempat duduk berkaki empat, ada sandaran dan lengan-lengannya).
            Termasuk materi prinsip adalah dalil, rumus, adagium, postulat, teorema, atau hubungan antar konsep yang menggambarkan “jika…maka…”, misalnya “Jika logam dipanasi maka akan memuai”, rumus menghitung luas bujur sangkar adalah sisi kali sisi.
            Materi jenis prosedur adalah materi yang berkenaan dengan langkah-langkah secara sistematis atau berurutan dalam mengerjakan suatu tugas. Misalnya langkah-langkah mengoperasikan peralatan mikroskop, cara menyalakan televise. Materi jenis sikap (afektif) adalah materi yang berkenaan dengan sikap atau nilai, misalnya nilai kejujuran, kasih saying, tolong-menolong, semangat minat belajar, semangat bekerja dsb.
Prinsip-prinsip Pemilihan Bahan Ajar
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan bahan ajar atau materi pembelajaran. Prinsip-prinsip dalam pemilihan materi pembelajaran meliputi relevansi, konsistensi, dan kecukupan.
            Prinsip relevansi artinya keterkaitan. Materi pembelajaran hendaknya relevan atau ada kaitan atau ada hubungannya dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebagai missal, jika kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta atau bahan hafalan.
            Prinsip konsistensi artinya keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa empat macam, maka bahan ajar yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam. Misalnya kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa adalah pengoperasian bilangan yang meliputi penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, maka materi yang diajarkan juga harus meliputi teknik penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.
            Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.
Langkah-langkah Pemilihan Bahan Ajar
            Sebelum melaksanakan pemilihan bahan ajar, terlebih dahulu perlu diketahui kriteria pemilihan bahan ajar. Kriteria pokok pemilihan bahan ajar atau materi pembelajaran adalah standar kompetensi dan kompetensi dasar. Hal ini berarti bahwa materi pembelajaran yang dipilih untuk diajarkan oleh guru di satu pihak dan harus dipelajari siswa di lain pihak hendaknya berisikan materi atau bahan ajar yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Dengan kata lain, pemilihan bahan ajar haruslah mengacu atau merujuk pada standar kompetensi.
            Setelah diketahui kriteria pemilihan bahan ajar, sampailah kita pada langkah-langkah pemilihan bahan ajar. Secara garis besar langkah-langkah pemilihan bahan ajar meliputi pertama-tama mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar yang menjadi acuan atau rujukan pemilihan bahan ajar. Langkah berikutnya adalah mengidentifikasi jenis-jenis materi bahan ajar. Langkah ketiga memilih bahan ajar yang sesuai atau relevan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah teridentifikasi tadi. Terakhir adalah memilih sumber bahan ajar. 
Sumber: Darmadi, Hamid. 2010. Kemampuan Dasar Mengajar (Landasan dan Konsep Implementasi). Bandung: Alfabeta

Minggu, 21 September 2014

Bagaimana mengekspresikan Rasa Takjub Kita

Rasa takjub adalah perasaan yang muncul ketika berhadapan dengan sesuatu yang secara ekstrem mengejutkan kita atau terasa asing bagi kita. perasaan ini biasanya berlebihan jika kita berhadapan dengan suatu keajaiban. (Soumy Ana)

Ana, Soumy. 2010. Subhanallah Wonderful Islam. Jakarta: Cicero Publishing.

Selasa, 02 September 2014

IMAN, ISLAM, DAN IHSAN

Iman, Islam dan Ihsan merupakan tiga unsur yang secara praktis mempunyai keterkaitan satu sama lain. Ketiganya mempunyai fungsi korelatif yang mengerucut pada pola pikir dan perilaku terpuji baik di hadapan Allah SWT maupun di hadapan sesama manusia.
Seseorang yang beriman dengan tingkat keimanan yang tinggi, secara otomatis akan menjadi muslim yang baik. Sebab, pijakan seorang muslim dalam melakukan sesuatu (syariah) adalah iman (aqidah). Muslim yang baik, tentu langkah-langkahnya memancarkan kebaikan (ihsan) pula, karena qolbunya senantiasa terkendali dalam bingkai iman sebelum keluar dalam bentuk perilaku.
Dalam penerapannya, ketiga hal tersebut selalu bersamaan. Sebagai contoh dalam pelaksanaan salat, keyakinan bahwa Allah SWT satu-satunya Tuhan yang wajib disembah, ia bagian dari Iman, melaksanakan salat sesuai dengan syarat rukun, itu dimensi Islam, sedangkan khusyu' serta menghayati segala bacaan dan gerakan di dalamnya adalah aspek Ihsan.
Perpaduan dari ketiga unsur tersebut biasa disebut dengan istilah Islam Kaffah. Sebuah jargon yang menggambarkan totalitas seorang muslim dalam melaksanakan syariah dengan sempurna.
Sumber : Abdusshomad, Muhyiddin. 2008. Penuntun Qolbu: Kiat Meraih Kecerdasan Spiritual. Surabaya: Khalista.