- Berapa Ukuran Bumi? Bumi memiliki diameter 7.926 mil (12. 756 Km)
- Berapa jarak bumi dengan matahari? Bumi adalah planet ketiga dari matahari, jaraknya dari matahari 93 juta mil (150 juta Km) jauhnya.
- Berapa lama waktu yang dibutuhkan bumi untuk mengelilingi matahari? Bumi berputar mengelilingi matahari dalam 365 dan 1/4 hari. setiap 4 tahun, ditambahkan satu hari pada bulan Februari sehingga menciptakan tahun kabisat.
- Berapa lama waktu yang dibutuhkan bumi untuk berotasi? dibutuhkan 23 jam, 56 menit (1 hari) bagi bumi untuk berputar pada porosnya.
- Bagaimana permukaan bumi? di angkasa bumi terlihat seperti dunia air berwarna biru. Sekitar 70 % dari permukaan bumi memang ditutupi dengan air, dan 97 % dari semua air yang ada adalah air tawar, itulah air yang kita minum. Bumi ditutupi dengan pegunungan, gunung berapi, danau, sungai, dan lautan.
- Bagaimana atmosfer bumi? atmosfer bumi merupakan campuran dari gas yang menjadi semakin tipis saat kita menjauh dari planet dan menuju ruang angkasa. Sebagian besar atmosfer adalah Nitrogen (78 %), Oksigen (21 %), Argon, dan gas lainnya (1 %). Sebagian dari Oksigen di atmosfer bumi telah berubah dari waktu ke waktu dan membentuk ozon. Lapisan ozon berfungsi menyaring sinar berbahaya ultraviolet matahari. hal ini akan melindungi makhluk hidup yang tinggal di bumi.
Senin, 29 September 2014
Bumi
Kamis, 25 September 2014
Materi Pembelajaran
Pengertian
Bahan Ajar (Materi Pembelajaran)
Bahan ajar atau materi pembelajaran (instructional
materials) secara garis besar terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap
yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah
ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari
pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan, dan sikap atau
nilai.
Termasuk jenis materi fakta adalah
nama-nama objek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, dsb. (Ibu
kota Negara RI adalah Jakarta; Negara RI merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945).
Termasuk materi konsep adalah pengertian, definisi, cirri khusus, komponen atau
bagian suatu objek (Contoh kursi adalah tempat duduk berkaki empat, ada sandaran
dan lengan-lengannya).
Termasuk materi prinsip adalah
dalil, rumus, adagium, postulat, teorema, atau hubungan antar konsep yang
menggambarkan “jika…maka…”, misalnya “Jika logam dipanasi maka akan memuai”,
rumus menghitung luas bujur sangkar adalah sisi kali sisi.
Materi jenis prosedur adalah materi
yang berkenaan dengan langkah-langkah secara sistematis atau berurutan dalam
mengerjakan suatu tugas. Misalnya langkah-langkah mengoperasikan peralatan
mikroskop, cara menyalakan televise. Materi jenis sikap (afektif) adalah materi
yang berkenaan dengan sikap atau nilai, misalnya nilai kejujuran, kasih saying,
tolong-menolong, semangat minat belajar, semangat bekerja dsb.
Prinsip-prinsip
Pemilihan Bahan Ajar
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam
penyusunan bahan ajar atau materi pembelajaran. Prinsip-prinsip dalam pemilihan
materi pembelajaran meliputi relevansi, konsistensi, dan kecukupan.
Prinsip relevansi artinya
keterkaitan. Materi pembelajaran hendaknya relevan atau ada kaitan atau ada hubungannya
dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebagai missal, jika
kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa berupa menghafal fakta, maka materi
pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta atau bahan hafalan.
Prinsip konsistensi artinya
keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa empat macam, maka
bahan ajar yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam. Misalnya
kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa adalah pengoperasian bilangan yang
meliputi penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, maka materi yang
diajarkan juga harus meliputi teknik penjumlahan, pengurangan, perkalian dan
pembagian.
Prinsip kecukupan artinya materi
yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi
dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh
terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai standar
kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya jika terlalu banyak akan
membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.
Langkah-langkah
Pemilihan Bahan Ajar
Sebelum melaksanakan pemilihan bahan
ajar, terlebih dahulu perlu diketahui kriteria pemilihan bahan ajar. Kriteria
pokok pemilihan bahan ajar atau materi pembelajaran adalah standar kompetensi
dan kompetensi dasar. Hal ini berarti bahwa materi pembelajaran yang dipilih
untuk diajarkan oleh guru di satu pihak dan harus dipelajari siswa di lain
pihak hendaknya berisikan materi atau bahan ajar yang benar-benar menunjang
tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Dengan kata lain,
pemilihan bahan ajar haruslah mengacu atau merujuk pada standar kompetensi.
Setelah diketahui kriteria pemilihan
bahan ajar, sampailah kita pada langkah-langkah pemilihan bahan ajar. Secara
garis besar langkah-langkah pemilihan bahan ajar meliputi pertama-tama
mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan
kompetensi dasar yang menjadi acuan atau rujukan pemilihan bahan ajar. Langkah
berikutnya adalah mengidentifikasi jenis-jenis materi bahan ajar. Langkah
ketiga memilih bahan ajar yang sesuai atau relevan dengan standar kompetensi
dan kompetensi dasar yang telah teridentifikasi tadi. Terakhir adalah memilih
sumber bahan ajar.
Sumber: Darmadi, Hamid. 2010. Kemampuan Dasar Mengajar (Landasan dan Konsep Implementasi). Bandung: Alfabeta
Minggu, 21 September 2014
Bagaimana mengekspresikan Rasa Takjub Kita
Rasa takjub adalah perasaan yang muncul ketika berhadapan dengan sesuatu yang secara ekstrem mengejutkan kita atau terasa asing bagi kita. perasaan ini biasanya berlebihan jika kita berhadapan dengan suatu keajaiban. (Soumy Ana)
Ana, Soumy. 2010. Subhanallah Wonderful Islam. Jakarta: Cicero Publishing.
Ana, Soumy. 2010. Subhanallah Wonderful Islam. Jakarta: Cicero Publishing.
Selasa, 02 September 2014
IMAN, ISLAM, DAN IHSAN
Iman, Islam dan Ihsan merupakan tiga unsur yang secara praktis mempunyai keterkaitan satu sama lain. Ketiganya mempunyai fungsi korelatif yang mengerucut pada pola pikir dan perilaku terpuji baik di hadapan Allah SWT maupun di hadapan sesama manusia.
Seseorang yang beriman dengan tingkat keimanan yang tinggi, secara otomatis akan menjadi muslim yang baik. Sebab, pijakan seorang muslim dalam melakukan sesuatu (syariah) adalah iman (aqidah). Muslim yang baik, tentu langkah-langkahnya memancarkan kebaikan (ihsan) pula, karena qolbunya senantiasa terkendali dalam bingkai iman sebelum keluar dalam bentuk perilaku.
Dalam penerapannya, ketiga hal tersebut selalu bersamaan. Sebagai contoh dalam pelaksanaan salat, keyakinan bahwa Allah SWT satu-satunya Tuhan yang wajib disembah, ia bagian dari Iman, melaksanakan salat sesuai dengan syarat rukun, itu dimensi Islam, sedangkan khusyu' serta menghayati segala bacaan dan gerakan di dalamnya adalah aspek Ihsan.
Perpaduan dari ketiga unsur tersebut biasa disebut dengan istilah Islam Kaffah. Sebuah jargon yang menggambarkan totalitas seorang muslim dalam melaksanakan syariah dengan sempurna.
Sumber : Abdusshomad, Muhyiddin. 2008. Penuntun Qolbu: Kiat Meraih Kecerdasan Spiritual. Surabaya: Khalista.
Seseorang yang beriman dengan tingkat keimanan yang tinggi, secara otomatis akan menjadi muslim yang baik. Sebab, pijakan seorang muslim dalam melakukan sesuatu (syariah) adalah iman (aqidah). Muslim yang baik, tentu langkah-langkahnya memancarkan kebaikan (ihsan) pula, karena qolbunya senantiasa terkendali dalam bingkai iman sebelum keluar dalam bentuk perilaku.
Dalam penerapannya, ketiga hal tersebut selalu bersamaan. Sebagai contoh dalam pelaksanaan salat, keyakinan bahwa Allah SWT satu-satunya Tuhan yang wajib disembah, ia bagian dari Iman, melaksanakan salat sesuai dengan syarat rukun, itu dimensi Islam, sedangkan khusyu' serta menghayati segala bacaan dan gerakan di dalamnya adalah aspek Ihsan.
Perpaduan dari ketiga unsur tersebut biasa disebut dengan istilah Islam Kaffah. Sebuah jargon yang menggambarkan totalitas seorang muslim dalam melaksanakan syariah dengan sempurna.
Sumber : Abdusshomad, Muhyiddin. 2008. Penuntun Qolbu: Kiat Meraih Kecerdasan Spiritual. Surabaya: Khalista.
Jumat, 11 Juli 2014
Mengetahui Tanda-tanda Hari Kiamat
Hari Kiamat adalah hari dihancurkan dunia seisinya.
Setelah itu manusia akan dihidupkan kembali dan dimintai pertanggungjawabannya.
Tidak ada satupun manusia yang lolos dari pengawasan Allah. Allah menggambarkan
hari kiamat di dalam al-Quran berikut ini.
اَلْقَارِعَةُ
(1) مَاالْقَارِعَةُ (2) وَمَااَدْركَ مَاالْقَارِعَةُ (3) يَوْمَ يَكُوْنُ
النّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِ (4) وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ
الْمَنْفُوْشِ (5) فَاَمّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهُ (6) فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ
رّاضِيَةٍ (7) وَاَمّا مَنْ خَفّتْ مَوَازِيْنُهُ (8) فَاُمُّهُ هَاوِيَةٌ (9)
وَمَااَدْركَ مَا هِيَهْ (10) نَا رٌحَامِيَةٌ (11).
Artinya: Hari Kiamat, Apakah hari
kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia
seperti laron yang beterbangan, dan gunung-gunung seperti bulu yang
dihambur-hamburkan. Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka
dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). Dan adapun orang yang
ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.
(Q.S. al-Qari’ah (101): 1-11).
Pada hari kiamat keadilan Allah ditegakkan atas
seluruh manusia. Mereka yang beriman dan beramal saleh berhak atas kehidupan
yang menyenangkan di bawah naungan ridha Allah. Bagi mereka yang ingkar dan
berbuat dosa, hari itu merupakan hari penyesalan. Hari kiamat disebut juga hari
akhir. Dinamakan hari akhir karena tidak ada hari setelah hari itu.
TANDA-TANDA
HARI KIAMAT
Tidak
ada yang mengetahui dengan pasti kapan hari kiamat terjadi. Rasulullah saw.
ketika ditanya oleh sahabat, “Kapan kiamat terjadi?” Beliau menjawab, “Hanya
Allah yang mengetahui, kapan peristiwa menggemparkan itu terjadi.” Meskipun
demikian Rasulullah saw. telah memberikan tanda-tandanya bahwa hari kiamat
sudah dekat. Tanda-tanda itu dibagi menjadi dua macam, yaitu tanda-tanda umum
dan khusus. Tanda-tanda umum adalah tanda-tanda yang terjadi secara menyeluruh
bahwa hari kiamat sudah dekat, tetapi belum tampak di depan mata. Tanda-tanda
khusus adalah tanda-tanda yang terjadi bahwa hari kiamat sudah dekat dan telah
tampak di depan mata.
Tanda-tanda
umum hari kiamat, antara lain sebagai berikut.
1. Munculnya
sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sama sekali. Munculnya hal tersebut, di
antaranya kemajuan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang belum
terbayangkan 100 tahun yang lalu; perkembangan teknologi di bidang
transportasi, misalnya adanya pesawat terbang yang kecepatannya melebihi
kecepatan suara; dibidang telekomunikasi, misalnya adanya internet dan satelit;
di bidang militer, misalnya persenjataan nuklir yang dapat membunuh banyak
manusia dan senjata-senjata canggih.
2. Orang
yang telanjang kaki dan tak berbaju serta penggembala kambing berlomba-lomba
membangun gedung. Hal tersebut merupakan gambaran dari Rasulullah saw. Setelah
Allah swt. memberi kekayaan minyak bumi kepada orang-orang Islam, mereka
berlomba-lomba hidup mewah dan tidak peduli kepada yang lemah dan miskin.
3. Benda
keras berbicara. Manusia telah menemukan alat-alat canggih yang mudah dibawa
oleh seseorang. Alat dapat mengirimkan suara dan pembicaraan yang terjadi di
rumahnya atau di rumah orang lain.
4. Ilmu
agama dicabut, banyak terjadi gempa bumi, waktu terasa cepat, banyak fitnah,
dan berlomba-lomba membangun. Ilmu agama dicabut berarti kematian para ulama
dan tidak ada penggantinya.
5. Laki-laki
mirip dengan wanita dan wanita mirip laki-laki. Cara berpakaian dan tingkah
laku laki-laki mirip dengan wanita dan sebaliknya.
6. Lahir
generasi yang mempertahankan kebenaran. Betapa pun rusaknya dunia, akan muncul
generasi yang memegang teguh kitab Allah dan sunnah Rasul.
Adapun tanda-tanda khusus terjadinya hari kiamat
antara lain sebagai berikut.
1. Munculnya
dajal. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa dajal merupakan pemimpin orang
kafir. Dia bertubuh sangat besar, mampu menghidupkan orang mati, di keningnya
ada tulisan kafir, dan bermata satu.
2. Turunnya
Nabi Isa a.s. untuk menegakkan syariat Nabi Muhammad saw. Dalam sebuah riwayat diceritakan
bahwa Nabi Isa as. Akan turun ke dunia untuk membunuh dajal, menghancurkan
salib, dan membebaskan pajak.
3. Keluarnya
Yakjuj dan Makjuj, yaitu dua suku bangsa yang akan membinasakan dunia.
4. Munculnya
Dabbah, yaitu sejenis binatang melata yang dapat berbicara dengan manusia.
5. Terbit
matahari dari tempat terbenamnya. Kiamat tidak akan terjadi sehingga
matahari terbit dari tempat terbenamnya. Saat itu semua manuisa akan beriman
ketika melihatnya. (H.R. al-Bukhari dan Muslim).
6. Kemenangan
orang-orang Islam atas Yahudi. Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa
orang-orang Yahudi dikejar-kejar oleh orang-orang Islam. Sampai pepohonan akan
memberitahukan kepada orang-orang Islam,”Yahudi bersembunyi di sini,
bunuhlah!”
KEHIDUPAN
SESUDAH HARI KIAMAT
Setelah manusia mati, mereka akan berada di alam
kubur atau alam barzakh. Arti alam barzakh adalah memisahkan, yaitu memisahkan
kehidupan dunia dan bersiap menuju alam akhirat. Di dalam kubur, manusia akan
ditanya malaikat tentang agama, rasul, dan kitabnya. Mereka yang dapat menjawab
pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir akan selamat dari siksa kubur. Sebaliknya
mereka yang tidak dapat menjawabnya akan disiksa terlebih dahulu. Di dalam
kubur manusia menunggu datangnya kiamat.
Kehidupan dunia berakhir setelah Malaikat Israfil
meniup sangkakala. Seluruh makhluk mati tanpa terkecuali, terutama para
malaikat. Hanya Allah yang tetap hidup. Sesudah semua makhluk mati, Allah
menghidupkan kembali yang ditandai pula dengan tiupan sangkakala yang kedua.
Semua manusia sejak zaman Nabi Adam a.s. sampai manusia terakhir sebelum kiamat
dibangkitkan dari kuburnya oleh Allah dalam keadaan tanpa pakaian. Mereka tidak
lagi hidup di dunia, tetapi hidup di alam akhirat.
Setelah manusia dibangkitkan dari kubur, mereka
dikumpulkan dan digiring ke Padang Mahsyar. Satu per satu mereka berdiri di
hadapan Allah untuk diadili dan dimintai pertanggungjawaban selama hidup di
dunia. Manusia yang menerima kitab catatan dari Allah dengan tangan kanan,
inilah orang yang beriman dan beramal saleh. Manusia yang menerima kitab
catatan dari Allah dengan tangan kiri, inilah orang yang selalu berbuat dosa.
Selanjutnya, mereka ditimbang amal kebaikannya oleh
Allah, kemudian meniti jembatan yang terletak di atas neraka dan ujungnya
menuju surga. Akhirnya, Allah menetapkan siapa yang menjadi penghuni surga atau
neraka.
Tempat kembali orang-orang yang beriman dan beramal
saleh adalah surga. Di dalam surga mengalir bermacam-macam sungai, buah-buahan
yang siap saji, dan berbagai macam kenikmatan yang tidak dapat diucapkan dengan
kata-kata dan tidak dapat pula digambarkan dengan lukisan. Allah merasa senang
kepada orang yang beriman dan beramal saleh karena mereka ikhlas dalam beramal
saleh. Allah tidak akan murka kepada mereka selama-lamanya.
Tempat kembali orang-orang kafir dan musyrik adalah
neraka. Makanan di neraka adalah buah yang berduri dan minumannya adalah air
panas yang mendidih. Setiap kulit yang melepuh karena siksaan akan diganti oleh
Allah dengan kulit yang baru. Penghuni neraka terus-menerus mendapat siksa yang
sangat pedih. Mereka kekal di dalamnya. Mereka sangat menyesal dengan
perbuatannya di dunia. Mereka ingin agar Allah mengembalikan ke dunia dan akan
berbuat baik. Akan tetapi kehidupan dunia tidak akan kembali untuk kedua
kalinya.
Wiyadi.
2009. Membina Akidah dan Akhlak untuk kelas V Madrasah Ibtidaiyah. Solo
: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Sabtu, 05 Juli 2014
Sifat Wajib Allah SWT.
Yang
dimaksud sifat wajib Allah swt. Ialah sifat-sifat yang pasti dimiliki oleh
Allah swt. Yang sesuai dengan keagunganNya sebagai pencipta alam seisinya.
Dalam ilmu aqa’id disebutkan bahwa sifat wajib Allah swt. ada tiga belas, antara
lain sebagai berikut:
1. Allah
bersifat ada (Wujud)
Adanya Allah swt. Dapat dibuktikan dengan adanya ala
mini. Semua barang yang ada di lingkungan kita pasti ada yang membuat. Adanya
meja karena dibuat oleh tukang kayu. Adanya baju atau pakaian karena dibuat
oleh penjahit. Alam ini pasti ada yang membuat dan tidak mungkin ada dengan
sendirinya. Allah swt berfirman sebagai berikut.
اَللّهُ لَا اِلهَ اِلّا هُوَاْلحَيُّ
اْلقَيُّوْمُ. (العمران:2)
Artinya:
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup. Yang terus-menerus mengurus
(makhlukNya). (Q.S. Ali Imran (3): 2)
2. Allah
swt. Bersifat terdahulu (Qidam)
Akal sehat mengatakan bahwa tukang kayu lebih dahulu
ada daripada meja yang dibuatnya. Allah swt. Adalah pencipta alam semesta. Dia
lebih dahulu ada sebelum ala mini ada. Allah swt. Berfirman sebagai berikut.
هُوَاْلاَوّ
لُ وَاْلا خِرُوَالظّاهِرُوَاْلبَاطِنُ وَهُوَبِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ. (الحديد:3)
Artinya: Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir
dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. al-Hadid (57): 3)
3. Allah
swt. Bersifat kekal (Baqa’)
Semua makhluk ciptaan Allah swt. Akan rusak,
sedangkan Dia sebagai pencipta tidak akan rusak. Allah swt. Akan kekal
selamanya dan Dia tidak akan pernah mati, sebagaimana firman Allah swt berikut.
كُلُّ
مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ. وّيَبْقى وَجْهُ رَبِّكَ ذُواْلجَللِ وَاْلاِكْرَامِ. (الرحمن:26-27)
Artinya: Semua yang ada di bumi itu akan binasa,
tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal. (Q.S.
ar-Rahman (55): 26-27).
4. Allah
swt. Bersifat berbeda dengan ciptaanNya (Mukhalafatu lil Hawadisi)
Allah swt. Memiliki sifat yang sempurna dan
istimewa. Sifat Allah swt. Berbeda dengan sifat makhlukNya. Jika ada kesamaan,
hanya sama namaNya, sedangkan kesempurnaanNya tidak sama. Allah swt. tidak akan
pernah memiliki kelemahan-kelemahan seperti makhlukNya. Allah swt berfirman
sebagai berikut.
...لَيْسَ كَمِثْلِه شَيْءٌوَهُوَالسّمِيْحُ اْلبَصِيْرُ.
(الشورى:11)
Artinya:
…Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha
Melihat. (Q.S. asy-Syura (42): 11).
5. Allah
swt. Bersifat berdiri dengan sendirinya (Qiyamuhu Binafsihi)
Allah swt. Sebagai pencipta alam adalah Maha Kuasa.
Dia tidak memerlukan bantuan dari kekuatan lain karena mempunyai kekuatan yang
ada pada diriNya. Allah swt. Berfirman sebagai berikut.
اَللهُ
لَااِلهَ اِلَّاهُوَالْحَيُّ الْقَيُّوْمُ. (العمران:2)
Artinya:
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus
(makhlukNya). (Q.S. Ali Imran (3): 2).
Allah swt. Juga berfirman sebagai berikut.
قُلْ
اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعلَمِيْنَ.
(الأنعام:162)
Artinya: Katakanlah (Muhammad),
“Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah,
Tuhan seluruh alam.” (Q.S. al-An’am (6): 162).
6. Allah
swt. Bersifat Maha Esa (Wahdaniyah)
Manusia dituntut untuk meyakini bahwa wujud Allah
Maha Esa, artinya Dia tidak terbilang dua, tiga, dan seterusnya. Allah swt.
Berfirman sebagai berikut.
قُلْ هُوَاللهُ اَحَدٌ (1) اَللهُ
الصّمَدُ(2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لّهُ كُفُوًا اَحَدٌ
(4). (الاحلاص:1-4)
Artinya:
Katakanlah (Muhammad), “ Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta
segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak
ada sesuatu yang setara dengan Dia.” (Q.S. al-Ikhlas (112): 1-4).
Pada ayat yang lain Allah swt. Berfirman.
لَوْكَانَ فِيْهِمَا الِهَةٌ اِلّا
اللهُ لَفَسَدَتَا فَسُبْحنَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمّا يَصِفُوْنَ.
(الأنبياء:22)
Artinya:
Seandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada tuhan-tuhan selain Allah,
tentu keduanya telah binasa. Maha Suci Allah yang memiliki ‘Arsy, dari apa yang
mereka sifatkan. (Q.S. al-Anbiya (21): 22).
7. Allah
swt. Bersifat Maha Kuasa (Qudrah)
Manusia dapat berkuasa, tetapi kekuasaannya sangat
terbatas. Manusia tidak akan dapat mempertahankan dirinya untuk tetap hidup.
Kuasa Allah swt. di atas segalanya. Dia kuasa menciptakan alam, mampu
memelihara, dan sanggup menghancurkannya tanpa bantuan kekuasaan lain. Allah
swt. berfirman sebagai berikut.
...اِنّ اللهَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. (البقرة:20)
Artinya: …Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala
sesuatu. (Q.S. al-Baqarah (2): 20).
Pada ayat yang lain Allah swt. berfirman sebagai
berikut.
وَهُوَالْقَاهِرُفَوْقَ
عِبَادِه وَهُوَالْحَكِيْمُ الْخَبِيْرُ. (الأنعام:18)
Artinya: Dan Dialah yang berkuasa atas
hamba-hambaNya. Dan Dia Maha Bijaksana, Maha Mengetahui. (Q.S. al-An’am (6):
18).
8. Allah
swt. bersifat berkehendak (Iradah)
Manusia mempunyai kehendak, tetapi banyak yang tidak
terlaksana. Kehendak Allah swt. pasti terlaksana karena Dia Maha Kuasa. Jika
Allah swt. berkehendak, tidak satu pun yang dapat menolak. Allah swt. mempunyai
kemauan dan kehendak sendiri dalam menciptakan alam semesta. Dia tidak pernah
diperintah dan diatur pihak lain. Hal itu dinyatakan dalam firman Allah swt.
berikut.
اِنّمَااَمْرُهُ
اِذَااَرَادَشَيْءًااَنْ يّقُوْلَ لَهُ كُنْ فَيَكُوْنُ. (يس:82)
Artinya:
Sesungguhnya urusanNya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata
kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu. (Q.S. Yasin (36): 82).
9. Allah
bersifat Maha Mengetahui (‘Alim)
Akal sehat pasti mengakui bahwa orang yang membuat
sesuatu pasti mengetahui sesuatu yang akan dibuat. Allah swt. adalah pencipta
ala mini dan Dia mengetahui semua ciptaanNya. Allah swt berfirman sebagai
berikut.
...وَاللهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ. (الحجرات:16)
Artinya: …dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
(Q.S. al-Hujurat (49): 16).
Pada ayat yang lain Allah swt. berfirman sebagai
berikut.
...اِنّ اللهَ عَلِيْمٌ بِذَاتِ الصُّدُوُرِ. (العمران:119)
Artinya: …Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi
hati. (Q.S. Ali Imran (3): 119).
10. Allah
swt. bersifat Hidup (Hayat)
Seluruh kehidupan makhluk tunduk kepada Allah swt.
Dia yang mengatur semua kehidupan makhluk hidup. Allah swt. tidak akan mati dan
Dia kekal selamanya. Allah swt. berfirman sebagai berikut.
اَللهُ
لَااِلهَ اِلّاهُوَالْحَيُّ الْقَيُّوْمُ. (العمران:2)
Artinya:
Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus
(makhlukNya). (Q.S. Ali Imran (3): 2).
11. Allah
swt. bersifat Maha Mendengar (Sama’)
Tidak ada suatu yang tidak didengar oleh Allah swt.
Walaupun jumlah suara manusia ratusan juta, semua akan didengar oleh Allah swt..
Allah swt. berfirman sebagai berikut.
...اِنّ اللهَ سَمِيْحٌ عَلِيْمٌ. (الحجرات:1)
Artinya:
…Sungguh, Allah
Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Q.S. al-Hujurat (49): 1).
12. Allah
swt. bersifat Maha Melihat (Basar)
Allah swt. yang mengatur, menjalankan, dan mengawasi
benda-benda, seperti matahari, bulan, bintang, dan planet-planet lainnya. Semua
itu bagi Allah swt. tidak ada yang lepas dari penglihatanNya. Allah swt.
berfirman sebagai berikut.
...وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ. (البقرة:265)
Artinya: …Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
(Q.S. al-Baqarah (2): 265).
13. Allah
swt. bersifat berfirman (Kalam)
Kalam berarti Allah swt. berbicara melalui firmanNya
yang berupa wahyu. Allah swt. berfirman sebagai berikut.
...وَكَلّمَ اللهُ مُوْسى تَكْلِيْمًا. (انساء:164)
Artinya:
…Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung. (Q.S. an-Nisa (4): 164).
Ada
sebagian ulama yang menambahkan dengan tujuh sifat wajib Allah swt. sehingga
menjadi dua puluh. Tujuh sifat wajib yang dimaksud adalah sebagai berikut:
14. Qadiran : Berarti Allah swt. Maha Kuasa
15. Muridan : Berarti Allah swt. Maha Berkehendak
16. ‘Aliman : Berarti Allah swt. Maha Mengetahui
17. Hayyan : Berarti Allah swt. Maha Hidup
18. Sami’an : Berarti Allah swt. Maha Mendengar
19. Basiran : Berarti Allah swt. Maha Melihat
20. Mutakalliman : Berarti Allah swt. Maha Berbicara
Sumber: Ibrahim, T dan H. Darsono.
2009. Membangun Aqidah Akhlak kelas VII MTs. Solo: Tiga Serangkai
Pustaka Mandiri.
Langganan:
Postingan (Atom)
