Senin, 29 September 2014

Bumi

  1. Berapa Ukuran Bumi? Bumi memiliki diameter 7.926 mil (12. 756 Km)
  2. Berapa jarak bumi dengan matahari? Bumi adalah planet ketiga dari matahari, jaraknya dari matahari 93 juta mil (150 juta Km) jauhnya.
  3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan bumi untuk mengelilingi matahari? Bumi berputar mengelilingi matahari dalam 365 dan 1/4 hari. setiap 4 tahun, ditambahkan satu hari pada bulan Februari sehingga menciptakan tahun kabisat.
  4. Berapa lama waktu yang dibutuhkan bumi untuk berotasi? dibutuhkan 23 jam, 56 menit (1 hari) bagi bumi untuk berputar pada porosnya.
  5. Bagaimana permukaan bumi? di angkasa bumi terlihat seperti dunia air berwarna biru. Sekitar 70 % dari permukaan bumi memang ditutupi dengan air, dan 97 % dari semua air yang ada adalah air tawar, itulah air yang kita minum. Bumi ditutupi dengan pegunungan, gunung berapi, danau, sungai, dan lautan.
  6. Bagaimana atmosfer bumi? atmosfer bumi merupakan campuran dari gas yang menjadi semakin tipis saat kita menjauh dari planet dan menuju ruang angkasa. Sebagian besar atmosfer adalah Nitrogen (78 %), Oksigen (21 %), Argon, dan gas lainnya (1 %). Sebagian dari  Oksigen  di atmosfer bumi telah berubah dari waktu ke waktu dan membentuk ozon. Lapisan ozon berfungsi menyaring sinar berbahaya ultraviolet matahari. hal ini akan melindungi makhluk hidup yang tinggal di bumi.
Sumber: Ayu, Erlina, (2012), Pengetahuan Luar Angkasa, Cuaca, dan Fenomena Alam, Yogyakarta: Istana Media.

Kamis, 25 September 2014

Materi Pembelajaran



Pengertian Bahan Ajar (Materi Pembelajaran)
Bahan ajar atau materi pembelajaran (instructional materials) secara garis besar terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan, dan sikap atau nilai.
            Termasuk jenis materi fakta adalah nama-nama objek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, dsb. (Ibu kota Negara RI adalah Jakarta; Negara RI merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945). Termasuk materi konsep adalah pengertian, definisi, cirri khusus, komponen atau bagian suatu objek (Contoh kursi adalah tempat duduk berkaki empat, ada sandaran dan lengan-lengannya).
            Termasuk materi prinsip adalah dalil, rumus, adagium, postulat, teorema, atau hubungan antar konsep yang menggambarkan “jika…maka…”, misalnya “Jika logam dipanasi maka akan memuai”, rumus menghitung luas bujur sangkar adalah sisi kali sisi.
            Materi jenis prosedur adalah materi yang berkenaan dengan langkah-langkah secara sistematis atau berurutan dalam mengerjakan suatu tugas. Misalnya langkah-langkah mengoperasikan peralatan mikroskop, cara menyalakan televise. Materi jenis sikap (afektif) adalah materi yang berkenaan dengan sikap atau nilai, misalnya nilai kejujuran, kasih saying, tolong-menolong, semangat minat belajar, semangat bekerja dsb.
Prinsip-prinsip Pemilihan Bahan Ajar
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan bahan ajar atau materi pembelajaran. Prinsip-prinsip dalam pemilihan materi pembelajaran meliputi relevansi, konsistensi, dan kecukupan.
            Prinsip relevansi artinya keterkaitan. Materi pembelajaran hendaknya relevan atau ada kaitan atau ada hubungannya dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebagai missal, jika kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta atau bahan hafalan.
            Prinsip konsistensi artinya keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa empat macam, maka bahan ajar yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam. Misalnya kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa adalah pengoperasian bilangan yang meliputi penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, maka materi yang diajarkan juga harus meliputi teknik penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.
            Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.
Langkah-langkah Pemilihan Bahan Ajar
            Sebelum melaksanakan pemilihan bahan ajar, terlebih dahulu perlu diketahui kriteria pemilihan bahan ajar. Kriteria pokok pemilihan bahan ajar atau materi pembelajaran adalah standar kompetensi dan kompetensi dasar. Hal ini berarti bahwa materi pembelajaran yang dipilih untuk diajarkan oleh guru di satu pihak dan harus dipelajari siswa di lain pihak hendaknya berisikan materi atau bahan ajar yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Dengan kata lain, pemilihan bahan ajar haruslah mengacu atau merujuk pada standar kompetensi.
            Setelah diketahui kriteria pemilihan bahan ajar, sampailah kita pada langkah-langkah pemilihan bahan ajar. Secara garis besar langkah-langkah pemilihan bahan ajar meliputi pertama-tama mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar yang menjadi acuan atau rujukan pemilihan bahan ajar. Langkah berikutnya adalah mengidentifikasi jenis-jenis materi bahan ajar. Langkah ketiga memilih bahan ajar yang sesuai atau relevan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah teridentifikasi tadi. Terakhir adalah memilih sumber bahan ajar. 
Sumber: Darmadi, Hamid. 2010. Kemampuan Dasar Mengajar (Landasan dan Konsep Implementasi). Bandung: Alfabeta

Minggu, 21 September 2014

Bagaimana mengekspresikan Rasa Takjub Kita

Rasa takjub adalah perasaan yang muncul ketika berhadapan dengan sesuatu yang secara ekstrem mengejutkan kita atau terasa asing bagi kita. perasaan ini biasanya berlebihan jika kita berhadapan dengan suatu keajaiban. (Soumy Ana)

Ana, Soumy. 2010. Subhanallah Wonderful Islam. Jakarta: Cicero Publishing.

Selasa, 02 September 2014

IMAN, ISLAM, DAN IHSAN

Iman, Islam dan Ihsan merupakan tiga unsur yang secara praktis mempunyai keterkaitan satu sama lain. Ketiganya mempunyai fungsi korelatif yang mengerucut pada pola pikir dan perilaku terpuji baik di hadapan Allah SWT maupun di hadapan sesama manusia.
Seseorang yang beriman dengan tingkat keimanan yang tinggi, secara otomatis akan menjadi muslim yang baik. Sebab, pijakan seorang muslim dalam melakukan sesuatu (syariah) adalah iman (aqidah). Muslim yang baik, tentu langkah-langkahnya memancarkan kebaikan (ihsan) pula, karena qolbunya senantiasa terkendali dalam bingkai iman sebelum keluar dalam bentuk perilaku.
Dalam penerapannya, ketiga hal tersebut selalu bersamaan. Sebagai contoh dalam pelaksanaan salat, keyakinan bahwa Allah SWT satu-satunya Tuhan yang wajib disembah, ia bagian dari Iman, melaksanakan salat sesuai dengan syarat rukun, itu dimensi Islam, sedangkan khusyu' serta menghayati segala bacaan dan gerakan di dalamnya adalah aspek Ihsan.
Perpaduan dari ketiga unsur tersebut biasa disebut dengan istilah Islam Kaffah. Sebuah jargon yang menggambarkan totalitas seorang muslim dalam melaksanakan syariah dengan sempurna.
Sumber : Abdusshomad, Muhyiddin. 2008. Penuntun Qolbu: Kiat Meraih Kecerdasan Spiritual. Surabaya: Khalista.

Jumat, 11 Juli 2014

Mengetahui Tanda-tanda Hari Kiamat





Hari Kiamat adalah hari dihancurkan dunia seisinya. Setelah itu manusia akan dihidupkan kembali dan dimintai pertanggungjawabannya. Tidak ada satupun manusia yang lolos dari pengawasan Allah. Allah menggambarkan hari kiamat di dalam al-Quran berikut ini.
اَلْقَارِعَةُ (1) مَاالْقَارِعَةُ (2) وَمَااَدْركَ مَاالْقَارِعَةُ (3) يَوْمَ يَكُوْنُ النّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِ (4) وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِ (5) فَاَمّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهُ (6) فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رّاضِيَةٍ (7) وَاَمّا مَنْ خَفّتْ مَوَازِيْنُهُ (8) فَاُمُّهُ هَاوِيَةٌ (9) وَمَااَدْركَ مَا هِيَهْ (10) نَا رٌحَامِيَةٌ (11).
Artinya: Hari Kiamat, Apakah hari kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas. (Q.S. al-Qari’ah (101): 1-11).
Pada hari kiamat keadilan Allah ditegakkan atas seluruh manusia. Mereka yang beriman dan beramal saleh berhak atas kehidupan yang menyenangkan di bawah naungan ridha Allah. Bagi mereka yang ingkar dan berbuat dosa, hari itu merupakan hari penyesalan. Hari kiamat disebut juga hari akhir. Dinamakan hari akhir karena tidak ada hari setelah hari itu.
TANDA-TANDA HARI KIAMAT
Tidak ada yang mengetahui dengan pasti kapan hari kiamat terjadi. Rasulullah saw. ketika ditanya oleh sahabat, “Kapan kiamat terjadi?” Beliau menjawab, “Hanya Allah yang mengetahui, kapan peristiwa menggemparkan itu terjadi.” Meskipun demikian Rasulullah saw. telah memberikan tanda-tandanya bahwa hari kiamat sudah dekat. Tanda-tanda itu dibagi menjadi dua macam, yaitu tanda-tanda umum dan khusus. Tanda-tanda umum adalah tanda-tanda yang terjadi secara menyeluruh bahwa hari kiamat sudah dekat, tetapi belum tampak di depan mata. Tanda-tanda khusus adalah tanda-tanda yang terjadi bahwa hari kiamat sudah dekat dan telah tampak di depan mata.
Tanda-tanda umum hari kiamat, antara lain sebagai berikut.
1.      Munculnya sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sama sekali. Munculnya hal tersebut, di antaranya kemajuan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang belum terbayangkan 100 tahun yang lalu; perkembangan teknologi di bidang transportasi, misalnya adanya pesawat terbang yang kecepatannya melebihi kecepatan suara; dibidang telekomunikasi, misalnya adanya internet dan satelit; di bidang militer, misalnya persenjataan nuklir yang dapat membunuh banyak manusia dan senjata-senjata canggih.
2.      Orang yang telanjang kaki dan tak berbaju serta penggembala kambing berlomba-lomba membangun gedung. Hal tersebut merupakan gambaran dari Rasulullah saw. Setelah Allah swt. memberi kekayaan minyak bumi kepada orang-orang Islam, mereka berlomba-lomba hidup mewah dan tidak peduli kepada yang lemah dan miskin.
3.      Benda keras berbicara. Manusia telah menemukan alat-alat canggih yang mudah dibawa oleh seseorang. Alat dapat mengirimkan suara dan pembicaraan yang terjadi di rumahnya atau di rumah orang lain.
4.      Ilmu agama dicabut, banyak terjadi gempa bumi, waktu terasa cepat, banyak fitnah, dan berlomba-lomba membangun. Ilmu agama dicabut berarti kematian para ulama dan tidak ada penggantinya.
5.      Laki-laki mirip dengan wanita dan wanita mirip laki-laki. Cara berpakaian dan tingkah laku laki-laki mirip dengan wanita dan sebaliknya.
6.      Lahir generasi yang mempertahankan kebenaran. Betapa pun rusaknya dunia, akan muncul generasi yang memegang teguh kitab Allah dan sunnah Rasul.
Adapun tanda-tanda khusus terjadinya hari kiamat antara lain sebagai berikut.
1.      Munculnya dajal. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa dajal merupakan pemimpin orang kafir. Dia bertubuh sangat besar, mampu menghidupkan orang mati, di keningnya ada tulisan kafir, dan bermata satu.
2.      Turunnya Nabi Isa a.s. untuk menegakkan syariat Nabi Muhammad saw. Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Nabi Isa as. Akan turun ke dunia untuk membunuh dajal, menghancurkan salib, dan membebaskan pajak.
3.      Keluarnya Yakjuj dan Makjuj, yaitu dua suku bangsa yang akan membinasakan dunia.
4.      Munculnya Dabbah, yaitu sejenis binatang melata yang dapat berbicara dengan manusia.
5.      Terbit matahari dari tempat terbenamnya. Kiamat tidak akan terjadi sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya. Saat itu semua manuisa akan beriman ketika melihatnya. (H.R. al-Bukhari dan Muslim).
6.      Kemenangan orang-orang Islam atas Yahudi. Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa orang-orang Yahudi dikejar-kejar oleh orang-orang Islam. Sampai pepohonan akan memberitahukan kepada orang-orang Islam,”Yahudi bersembunyi di sini, bunuhlah!”
KEHIDUPAN SESUDAH HARI KIAMAT
Setelah manusia mati, mereka akan berada di alam kubur atau alam barzakh. Arti alam barzakh adalah memisahkan, yaitu memisahkan kehidupan dunia dan bersiap menuju alam akhirat. Di dalam kubur, manusia akan ditanya malaikat tentang agama, rasul, dan kitabnya. Mereka yang dapat menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir akan selamat dari siksa kubur. Sebaliknya mereka yang tidak dapat menjawabnya akan disiksa terlebih dahulu. Di dalam kubur manusia menunggu datangnya kiamat.
Kehidupan dunia berakhir setelah Malaikat Israfil meniup sangkakala. Seluruh makhluk mati tanpa terkecuali, terutama para malaikat. Hanya Allah yang tetap hidup. Sesudah semua makhluk mati, Allah menghidupkan kembali yang ditandai pula dengan tiupan sangkakala yang kedua. Semua manusia sejak zaman Nabi Adam a.s. sampai manusia terakhir sebelum kiamat dibangkitkan dari kuburnya oleh Allah dalam keadaan tanpa pakaian. Mereka tidak lagi hidup di dunia, tetapi hidup di alam akhirat.
Setelah manusia dibangkitkan dari kubur, mereka dikumpulkan dan digiring ke Padang Mahsyar. Satu per satu mereka berdiri di hadapan Allah untuk diadili dan dimintai pertanggungjawaban selama hidup di dunia. Manusia yang menerima kitab catatan dari Allah dengan tangan kanan, inilah orang yang beriman dan beramal saleh. Manusia yang menerima kitab catatan dari Allah dengan tangan kiri, inilah orang yang selalu berbuat dosa.
Selanjutnya, mereka ditimbang amal kebaikannya oleh Allah, kemudian meniti jembatan yang terletak di atas neraka dan ujungnya menuju surga. Akhirnya, Allah menetapkan siapa yang menjadi penghuni surga atau neraka.
Tempat kembali orang-orang yang beriman dan beramal saleh adalah surga. Di dalam surga mengalir bermacam-macam sungai, buah-buahan yang siap saji, dan berbagai macam kenikmatan yang tidak dapat diucapkan dengan kata-kata dan tidak dapat pula digambarkan dengan lukisan. Allah merasa senang kepada orang yang beriman dan beramal saleh karena mereka ikhlas dalam beramal saleh. Allah tidak akan murka kepada mereka selama-lamanya.
Tempat kembali orang-orang kafir dan musyrik adalah neraka. Makanan di neraka adalah buah yang berduri dan minumannya adalah air panas yang mendidih. Setiap kulit yang melepuh karena siksaan akan diganti oleh Allah dengan kulit yang baru. Penghuni neraka terus-menerus mendapat siksa yang sangat pedih. Mereka kekal di dalamnya. Mereka sangat menyesal dengan perbuatannya di dunia. Mereka ingin agar Allah mengembalikan ke dunia dan akan berbuat baik. Akan tetapi kehidupan dunia tidak akan kembali untuk kedua kalinya.
Wiyadi. 2009. Membina Akidah dan Akhlak untuk kelas V Madrasah Ibtidaiyah. Solo : Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Sabtu, 05 Juli 2014

Sifat Wajib Allah SWT.




Yang dimaksud sifat wajib Allah swt. Ialah sifat-sifat yang pasti dimiliki oleh Allah swt. Yang sesuai dengan keagunganNya sebagai pencipta alam seisinya. Dalam ilmu aqa’id disebutkan bahwa sifat wajib Allah swt. ada tiga belas, antara lain sebagai berikut:
1.      Allah bersifat ada (Wujud)
Adanya Allah swt. Dapat dibuktikan dengan adanya ala mini. Semua barang yang ada di lingkungan kita pasti ada yang membuat. Adanya meja karena dibuat oleh tukang kayu. Adanya baju atau pakaian karena dibuat oleh penjahit. Alam ini pasti ada yang membuat dan tidak mungkin ada dengan sendirinya. Allah swt berfirman sebagai berikut.

اَللّهُ لَا اِلهَ اِلّا هُوَاْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ. (العمران:2)
Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup. Yang terus-menerus mengurus (makhlukNya). (Q.S. Ali Imran (3): 2)
2.      Allah swt. Bersifat terdahulu (Qidam)
Akal sehat mengatakan bahwa tukang kayu lebih dahulu ada daripada meja yang dibuatnya. Allah swt. Adalah pencipta alam semesta. Dia lebih dahulu ada sebelum ala mini ada. Allah swt. Berfirman sebagai berikut.
هُوَاْلاَوّ لُ وَاْلا خِرُوَالظّاهِرُوَاْلبَاطِنُ وَهُوَبِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ. (الحديد:3)
Artinya: Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. al-Hadid (57): 3)
3.      Allah swt. Bersifat kekal (Baqa’)
Semua makhluk ciptaan Allah swt. Akan rusak, sedangkan Dia sebagai pencipta tidak akan rusak. Allah swt. Akan kekal selamanya dan Dia tidak akan pernah mati, sebagaimana firman Allah swt berikut.
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ. وّيَبْقى وَجْهُ رَبِّكَ ذُواْلجَللِ وَاْلاِكْرَامِ. (الرحمن:26-27)
Artinya: Semua yang ada di bumi itu akan binasa, tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal. (Q.S. ar-Rahman (55): 26-27).
4.      Allah swt. Bersifat berbeda dengan ciptaanNya (Mukhalafatu lil Hawadisi)
Allah swt. Memiliki sifat yang sempurna dan istimewa. Sifat Allah swt. Berbeda dengan sifat makhlukNya. Jika ada kesamaan, hanya sama namaNya, sedangkan kesempurnaanNya tidak sama. Allah swt. tidak akan pernah memiliki kelemahan-kelemahan seperti makhlukNya. Allah swt berfirman sebagai berikut.
...لَيْسَ كَمِثْلِه شَيْءٌوَهُوَالسّمِيْحُ اْلبَصِيْرُ. (الشورى:11)
Artinya: …Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat. (Q.S. asy-Syura (42): 11).
5.      Allah swt. Bersifat berdiri dengan sendirinya (Qiyamuhu Binafsihi)
Allah swt. Sebagai pencipta alam adalah Maha Kuasa. Dia tidak memerlukan bantuan dari kekuatan lain karena mempunyai kekuatan yang ada pada diriNya. Allah swt. Berfirman sebagai berikut.
اَللهُ لَااِلهَ اِلَّاهُوَالْحَيُّ الْقَيُّوْمُ. (العمران:2)
Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhlukNya). (Q.S. Ali Imran (3): 2).
Allah swt. Juga berfirman sebagai berikut.
قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعلَمِيْنَ. (الأنعام:162)
Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.” (Q.S. al-An’am (6): 162).
6.      Allah swt. Bersifat Maha Esa (Wahdaniyah)
Manusia dituntut untuk meyakini bahwa wujud Allah Maha Esa, artinya Dia tidak terbilang dua, tiga, dan seterusnya. Allah swt. Berfirman sebagai berikut.
قُلْ هُوَاللهُ اَحَدٌ (1) اَللهُ الصّمَدُ(2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لّهُ كُفُوًا اَحَدٌ (4). (الاحلاص:1-4)
Artinya: Katakanlah (Muhammad), “ Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” (Q.S. al-Ikhlas (112): 1-4).
Pada ayat yang lain Allah swt. Berfirman.
لَوْكَانَ فِيْهِمَا الِهَةٌ اِلّا اللهُ لَفَسَدَتَا فَسُبْحنَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمّا يَصِفُوْنَ. (الأنبياء:22)
Artinya: Seandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa. Maha Suci Allah yang memiliki ‘Arsy, dari apa yang mereka sifatkan. (Q.S. al-Anbiya (21): 22).
7.      Allah swt. Bersifat Maha Kuasa (Qudrah)
Manusia dapat berkuasa, tetapi kekuasaannya sangat terbatas. Manusia tidak akan dapat mempertahankan dirinya untuk tetap hidup. Kuasa Allah swt. di atas segalanya. Dia kuasa menciptakan alam, mampu memelihara, dan sanggup menghancurkannya tanpa bantuan kekuasaan lain. Allah swt. berfirman sebagai berikut.
...اِنّ اللهَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. (البقرة:20)
Artinya: …Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. al-Baqarah (2): 20).
Pada ayat yang lain Allah swt. berfirman sebagai berikut.
وَهُوَالْقَاهِرُفَوْقَ عِبَادِه وَهُوَالْحَكِيْمُ الْخَبِيْرُ. (الأنعام:18)
Artinya: Dan Dialah yang berkuasa atas hamba-hambaNya. Dan Dia Maha Bijaksana, Maha Mengetahui. (Q.S. al-An’am (6): 18).
8.      Allah swt. bersifat berkehendak (Iradah)
Manusia mempunyai kehendak, tetapi banyak yang tidak terlaksana. Kehendak Allah swt. pasti terlaksana karena Dia Maha Kuasa. Jika Allah swt. berkehendak, tidak satu pun yang dapat menolak. Allah swt. mempunyai kemauan dan kehendak sendiri dalam menciptakan alam semesta. Dia tidak pernah diperintah dan diatur pihak lain. Hal itu dinyatakan dalam firman Allah swt. berikut.
اِنّمَااَمْرُهُ اِذَااَرَادَشَيْءًااَنْ يّقُوْلَ لَهُ كُنْ فَيَكُوْنُ. (يس:82)
Artinya: Sesungguhnya urusanNya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu. (Q.S. Yasin (36): 82).
9.      Allah bersifat Maha Mengetahui (‘Alim)
Akal sehat pasti mengakui bahwa orang yang membuat sesuatu pasti mengetahui sesuatu yang akan dibuat. Allah swt. adalah pencipta ala mini dan Dia mengetahui semua ciptaanNya. Allah swt berfirman sebagai berikut.
...وَاللهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ. (الحجرات:16)
Artinya: …dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (Q.S. al-Hujurat (49): 16).
Pada ayat yang lain Allah swt. berfirman sebagai berikut.
...اِنّ اللهَ عَلِيْمٌ بِذَاتِ الصُّدُوُرِ. (العمران:119)
Artinya: …Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (Q.S. Ali Imran (3): 119).
10.  Allah swt. bersifat Hidup (Hayat)
Seluruh kehidupan makhluk tunduk kepada Allah swt. Dia yang mengatur semua kehidupan makhluk hidup. Allah swt. tidak akan mati dan Dia kekal selamanya. Allah swt. berfirman sebagai berikut.
اَللهُ لَااِلهَ اِلّاهُوَالْحَيُّ الْقَيُّوْمُ. (العمران:2)
Artinya: Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhlukNya). (Q.S. Ali Imran (3): 2).
11.  Allah swt. bersifat Maha Mendengar (Sama’)
Tidak ada suatu yang tidak didengar oleh Allah swt. Walaupun jumlah suara manusia ratusan juta, semua akan didengar oleh Allah swt.. Allah swt. berfirman sebagai berikut.
...اِنّ اللهَ سَمِيْحٌ عَلِيْمٌ. (الحجرات:1)
Artinya:
…Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Q.S. al-Hujurat (49): 1).
12.  Allah swt. bersifat Maha Melihat (Basar)
Allah swt. yang mengatur, menjalankan, dan mengawasi benda-benda, seperti matahari, bulan, bintang, dan planet-planet lainnya. Semua itu bagi Allah swt. tidak ada yang lepas dari penglihatanNya. Allah swt. berfirman sebagai berikut.
...وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ. (البقرة:265)
Artinya: …Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Q.S. al-Baqarah (2): 265).
13.  Allah swt. bersifat berfirman (Kalam)
Kalam berarti Allah swt. berbicara melalui firmanNya yang berupa wahyu. Allah swt. berfirman sebagai berikut.
...وَكَلّمَ اللهُ مُوْسى تَكْلِيْمًا. (انساء:164)
Artinya: …Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung. (Q.S. an-Nisa (4): 164).
Ada sebagian ulama yang menambahkan dengan tujuh sifat wajib Allah swt. sehingga menjadi dua puluh. Tujuh sifat wajib yang dimaksud adalah sebagai berikut:
14.  Qadiran           : Berarti Allah swt. Maha Kuasa
15.  Muridan          : Berarti Allah swt. Maha Berkehendak
16.  ‘Aliman           : Berarti Allah swt. Maha Mengetahui
17.  Hayyan            : Berarti Allah swt. Maha Hidup
18.  Sami’an           : Berarti Allah swt. Maha Mendengar
19.  Basiran            : Berarti Allah swt. Maha Melihat
20.  Mutakalliman  : Berarti Allah swt. Maha Berbicara
Sumber: Ibrahim, T dan H. Darsono. 2009. Membangun Aqidah Akhlak kelas VII MTs. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.