Minggu, 15 Juni 2014

Bagaimana Kebaikan dan Kejahatan Dapat Menguasai Hati?


Hati sesuai dengan fithrah (naluri asal)nya-terbuka untuk menerima pengaruh malaikat, dan sekaligus juga pengaruh setan, dalam kadar yang sama; yang satu tidak lebih kuat dari yang lain, maka yang demikian itu disebabkan kebiasaan mengikuti hawa nafsu dan membenamkan diri dalam pelbagai kesenangan hidup, ataupun-sebaliknya-disebabkan berpaling dari itu semua, bahkan bertindak berlawanan dengannya. Manakala seseorang mengikuti sepenuhnya apa yang diperintahkan oleh emosi (ghadhab) dan ambisi (syahwah)-nya, setan akan berhasil menguasainya melalui hawa nafsunya dan jadilah hatinya sebagai sarang setan dan pusat intriknya. Hal ini mengingat bahwa hawa nafsu adalah ladang tempat setan merumput dan bermain-main. Sebaliknya manakala ia berjuang melawan kecenderungan hawa nafsunya dan tidak membiarkannya menguasai dirinya lalu ia meneladani akhlak malaikat, maka hatinya akan menjadi hunian para malaikat dan tempat turun mereka. Namun, mengingat bahwa tak ada hati yang kosong sama sekali dari emosi, ambisi, rakus, tamak dan pelbagai sifat-sifat negatif manusia, maka-tak pelak lagi-tak ada pula hati yang benar-benar terhindar dari keliaran setan dan bisikan waswas-nya. Itulah sebabnya Rasulullah SAW pernah bersabda, "Tak seorang pun dari kalian, kecuali ada setan yang bersamanya." Para sahabat bertanya, "Dan Anda juga, ya Rasulullah?" Jawab beliau,"Hanya saja Allah telah menolong aku mengalahkannya, sehingga ia ber-Islam (yakni berserah diri). Maka ia pun tak mendorong selain ke arah kebaikan."
Keadaan seperti itu, semata-mata disebabkan setan tidak dapat melakukan sesuatu kecuali dengan perantaraan syahwah hawa nafsu. Maka barang siapa beroleh pertolongan Allah sehingga menaklukkan syahwahnya, sedemikian sehingga tidak akan menyukai sesuatu selain yang memang layak, dan sebatas yang layak pula, maka syahwahnya itu takkan mendorong ke arah kejahatan. Sebab setan yang berlindung di baliknya pun tidak akan memerintahkan sesuatu selain yang baik-baik saja. Maka apabila sebutan tentang dunia dengan pelbagai iming-iming kesenangannya lebih menguasai hati, setan akan memperoleh ruang untuk menanamkan bisikan jahatnya. Sebaliknya apabila hati berpaling ke arah zikrullah, setan akan pergi menjauh karena tak ada lagi ruang untuknya. Dan malaikat pun akan datang dan membisikkan ilhamnya. Begitulah pertarungan usir-mengusir antara pasukan malaikat dan pasukan setan berlangsung di dalam hati, secara terus-menerus tanpa henti, sampai hati benar-benar terbuka untuk menerima salah satu dari keduanya, lalu menetap dan menguat, sementara kedatangan yang satu lagi hanya sekadar lewat sebentar saja dan akan sembunyi-sembunyi pula. 
Semoga hati kita selalu berzikir kepada Allah, amin..
Referensi : Buku "Keajaiban-keajaiban Hati" Karya Al Ghazali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar